Kandungan Produk


Mengandung banyak vitamin C, vitamin A, kalsium dan potassium potassium penting untuk otak dan saraf.


Manfaat Produk


Sebagai stimulan bagi peredaran darah dan jantung. Memiliki manfaat anti tumor, antipyretic, antiepilepsi, antiradang, antiulcer, antispasmodic, diuretic, antihypentensi, menurunkan kolesterol, antioksidan, antidiabetes, pelindung lever, detoksifikasi, mengurangi rasa lelah, anti bakteri, dan anti jamur dll.

 

Khasiat Produk


Membantu menyebuhkan beberapa penyakit diantaranya seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), kencing Manis (diabetes), mandul, asam urat, rematik dll.

KOMPOSISI :
  • Moringa Oliefera
  • Stevia Rebaudiana
  • Citrus Hystrix
  • Pandanus Amaryllifolius
  • Bahan-bahan lainnya sampai dengan 100%

  • netto : 6,5gr /sachet
    isi : 10 sachet
    PIRT 810340403758
    Harga Konsumen Rp 140.000,- /box
    Aturan Pakai :
    1 atau 2 sachet perhari, seduh dengan air panas dan diminum saat hangat
    Bisa sebagai campuran bahan makanan atau langsung ditaburkan pada hidangan Anda.
    Dan bisa juga 1 sachet mealvici ditambah ± 5 liter air hangat sebagai bahan rendaman kaki.

    Perhatian!

    - Simpan ditempat sejuk dan kering, hindarkan dari sinar matahari langsung.
    - Konsumsi secara rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

    Mereka yang Sudah Merasakan Khasiatnya

    Sudah lama saya menderita diabetes, tertinggi gula darah saya mencapai 680 mg/dl, jatuh dan pingsan sudah biasa saya alami ketika gula darah tinggi. Pada 6 bulan terakhir ini timbul luka dikaki yang tidak kunjung sembuh setiap kali saya makan nasi, pada luka akan keluar cairan. Berbagai upaya kesembuhan sudah saya tempuh mulai dari dokter dan tabib saya datangi dan berbagai macam obat serta herbal sudah saya minum akan tetapi hasilnya masih nihil.

    Terakhir saya berkonsultasi dengan dokter bedah disuatu rumah sakit di Jogjakarta dan Semarang sampai pada kesimpulan kaki saya harus diamputasi. Pada saat seorang teman memberitahukan agar saya mencoba teh kelor. Akhirnya saya pun mencoba minum teh kelor, pertama minum badan saya merasa kedinginan dan gemetar, saya konsultasikan kepada distributor teh kelor di katakan kondisi tersebut dikarenakan gula darah saya turun dianjurkan minum yang manis.

    Benar ternyata sebelumnya membengkak dan berair kemudian mengering. Setelah minum ini saya sering mengecek kadar gula darah saya hasilnya berkisar antara 138 mg/dl sampai dengan 143 mg/dl. Terimakasih kaki saya selamat tidak jadi diamputasi.

    Bp.Yohanes Sugomo (63 tahun) Penderita Diabetes

    Bermula dari sakit radang tenggorokan, saya membawa anak saya kedokter. Setelah mendapatkan obat dan saya minumkan justru malah anak saya terserang infeksi saluran kencing yang membuat pipi dan kaki bengkak. Maka saya bawa kedokter yang berbeda dan diberi obat lagi. Obat pun saya minumkan akan tetapi obat ini pun tidak memberikan efek yang berarti, tubuh anak saya masih bengkak.

    Oleh karena itu dokter merujuk kerumah sakit swasta di Yogyakarta. Dirumah sakit berobat jalan serta cek darah di laboratorium ternyata memang benar anak saya menderita infeksi saluran kencing dan kelebihan protein dalam darah. Memang anak saya selalu keluar ingus dan mengantuk.

    Obat dari rumah sakit pun saya minumkan tetapi kali ini justru anak saya gemetaran dan napasnya sesak, sayapun segera menghentikan obat dari rumah sakit. Pada saat saya kebingungan ini keponakan saya yang bekerja di CV.Bintang Herbal memberikan teh Moringa (teh daun kelor) dan menganjurkan untuk mengkonsumsinya.

    Malamnya sekitar jam 09.00 saya seduh dengan air panas setelah hangat saya minumkan ke anak saya. Saya betul-betul bisa membuktikan khasiat teh moringa ini, pagi hari anak saya buang air besar dicelana sampai tidak terasa, dan maaf kotorannya banyak sekali dan berwarna hitam kecoklat-coklatan. Menurut saya ini mungkin racun dalam tubuhnya keluar, setelah itu saya usahakan anak saya minum sehari tiga kali, pagi, siang, dan malam.

    Alhasil semua keluhan anak saya dari bengkak dan badan tidak enak semua hilang, kalau selama ini anak saya tidak sekolah karena sakit maka sekarang justru dia minta masuk sekolah karena bosan dirumah dan tubuhnya merasa sehat kembali. Teh Moringa menurut saya adalah teh berkualitas yang harus dikembangkan terus karena belum satu bungkus habis segala keluhan anak saya hilang. Demikian testimoni dari Bapak Mugi orang tua dari anak Novian.

    Bp.MugiOrang Tua dari Anak Novian

    Saya punya masalah dengan kolesterol dan triglesirida yang tinggi, disebabkan pola makan yang tidak kontrol. Dengan usia 40 tahun seharusnya saya tidak boleh makan bayam dan jerohan (organ dalam hewan yang dimasak:Red) tapi saya langgar semuanya. Akibatnya sering saya merasa badan tidak enak terutama didaerah tengkuk rasanya kencang, pusing, dan mau muntah bahkan kaki sering bengkak. Beberapa kali cek darah di labolatorium hasilnya triglesirida 1.956 mg/dl kemudian diberi obat oleh dokter, dan triglesirida turun, setiap diberi obat triglesirida mesti turun begitu obat habis triglesirida akan naik lagi. Bahkan 2 bulan yang lalu diharuskan opname di rumah sakit oleh dokter. Karena triglesirida diatas 800 ml/dl, asam uratnya 10,7 ml/dl, kolesterolnya 386 mg/dl, akan tetapi saya menolak untuk opname.

    Selain itu saya juga menderita osteoarthritis (OA) dilutut sakit sekali, jalan saja kaki saya seret ditekuk sakitnya bukan main terutama waktu sholat, sudah diberi obat dokter termasuk vitamin dan glukosamin tidak ada efeknya sampai akhirnya tiga bulan yang lalu saya dianjurkan oleh adik untuk minum teh daun kelor, saya minum 2 kali sehari selama kurang lebih 3 bulan juga. Alhamdulillah, saya coba periksa ke lab hasilnya luar biasa, kolesterol saya turun menjadi 200 mg/dl, asam uratnya turun menjadi 2,3 mg/dl, dan trigliserida turun menjadi 281 mg/dl. Yang paling mengembirakan adalah saya bisa jalan tanpa harus menyeret kaki. Sampai saat ini, saat ini saya mengkonsumsi teh daun kelor.

    Ibu Eko Yuliastuti PNS Istalasi Farmasi RSUD Penderita Kolesterol dan Triglesirida Tinggi

    Menderita penyakit jantung sejak 2008, saking parahnya jalan 50 meter saja napas terengah-engah dan menjadi pasien RS kariadi, Semarang, karena kondisi semakin parah maka dirujuk ke RS Harapan Kita, Jakarta.

    Dari hasil pemeriksaan diharuskan dilakukan pemasangan 5 buah ring dengaan total biaya kurang lebih 100 juta rupiah. Karena ketiadaan biaya maka operasi ditunda sampai tersedia ada dana mencukupi, maka saya melakukan rawat jalan di RS Kariadi Semarang. Dalam satu bulan saya harus menebus obat seharga 1,2 juta rupiah dan setiap tahun pasti 2 kali opname dirumah sakit.

    Tahun 2011 pada waktu lebaran saya silaturahmi ketempat saudara di Jogjakarta, ketika itu saya terengah-engah sehabis jalan, melihat kondisi seperti itu saya menceritakan kondisi saya selama ini kemudian beliau menawarkan untuk mengkonsumsi TEH MORINGA (teh daun kelor) , pada awalnya saya ragu karena selama setahun ini saya sudah mengkonsumsi herba dari kulit manggis dan belum ada kemajuan yang berarti, akan tetapi karena keinginan untuk sembuh yang besar maka saya mencoba juga. Pada waktu itu saya diberi 2 box yang dikonsumsi 2x sehari selama 12 hari.

    Pada hari ke-5 setelah minum TEH MORINGA malamnya dapat tidur nyenyak, ini sangat luar biasa, biasanya setiap malam saya sulit tidur karena serangan jantung tiap malam bisa sampai 4-5 kali. Karena merasa membaik maka saya teruskan untuk meminumnya, hingga tahun 2012 saya bisa melaksanakan ibadah haji, dengan berbekal 24 box TEH MORINGA (teh daun kelor) , waktu itu saya minum bersama dengan suami saya, Alhamdulillah asam urat suami saya juga sembuh. Sekarang kami tetap minum TEH MORINGA (teh daun kelor) setiap hari untuk menjaga kesehatan.

    Ibu Sri Harjanti-Pensiunan Guru (Jatisono RT I RW 3 Ngajah, Demak, Jawa Tengah )Penderita Jantung Koroner